Airlangga Minta Tingkatkan Disiplin dan Terus Bekerja Keras Atasi Pandemi Covid-19

Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto. (f: internet)

JAKARTA – Selain memberikan semangat dan optimisme kepada seluruh kader, Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto juga menyampaikan sejumlah pesan kepada seluruh pimpinan dan kader Partai Golkar di daerah, khususnya yang duduk di eksekutif agar mencari solusi dalam menekan pandemi Covid-19.

“Saat ini, situasi kita memang masih dalam masa prihatin akibat pandemi Covid-19. Hampir semua bangsa di dunia mengalami nasib yang sama,” kata Airlangga dalam Soft Launching Golkar Institute yang digelar secara daring, Selasa kemarin.

Bacaan Lainnya

Namun, sambung Airlangga, bisa dikatakan bahwa nasib Indonesia relatif lebih baik. Karena, menurut Bank Dunia dan IMF (International Monetary Fund), potensi pemulihan ekonomi Indonesia pada era pasca-pandemi akan termasuk dalam kelompok 10 negara teratas.

Akan tetapi, Airlangga mengingatkan bahwa semua harus meningkatkan disiplin dan terus bekerja keras agar pandemi segera berlalu. Dan vaksinasi Covid-19 massal juga sudah berjalan semakin baik.

“Insya Allah, hari-hari yang sulit akan segera berlalu. Dan pada saat itulah kita harus bergerak lebih cepat lagi merebut kemajuan bagi seluruh bangsa Indonesia,” ucapnya.

Menurut Menko Perekonomian ini, kondisi saat ini harus menjadi tantangan bagi semua kader dan pimpinan Partai Golkar di daerah, bagaimana mencari solusi atas pandemi Covid-19 dan dampak ekonominya.

“Terutama Pimpinan Partai Golkar di daerah dan para kepala daerah kader partai Golkar, untuk mencari solusi praktis untuk mencegah peningkatan Covid-19 dan pemulihan ekonomi rakyat,” pinta Airlangga, dilansir cakaplah.com.

Selain itu, Airlangga menambahkan, perkembangan dunia juga akan cukup kondusif bagi percepatan pemulihan sosial-ekonomi.

Dengan perubahan pemerintahan di Amerika Serikat, dunia kini sedang bergerak menuju titik keseimbangan baru yang lebih stabil dan produktif. Dan Indonesia akan berperan konstruktif dalam keseimbangan baru ini.

“Kita harus merebut berbagai peluang yang terbuka, baik dalam dunia perdagangan, industri, teknologi, dan berbagai bidang lainnya,” tegasnya.***

Pos terkait