Darwinsyah, Caleg Golkar Dapil 6, Berjuang untuk Perubahan di Tuah Madani

Darwinsyah

GOLKAR PEKANBARU – Darwinsyah, seorang wiraswasta sukses berusia 54 tahun, telah memutuskan untuk terjun ke dalam dunia politik dengan menjadi Calon Anggota DPRD Pekanbaru dari Partai Golkar. Ia bertekad untuk membawa perubahan positif di Kelurahan Tuah Madani, Kecamatan Bina Widya, Pekanbaru, tempat kelahirannya.

“Saya melihat kebutuhan dan potensi perubahan di kampung halaman, saya merasa terpanggil untuk ikut berkontribusi melalui dunia politik,” kata Darwinsyah.

Bacaan Lainnya

Darwinsyah melihat kekosongan perwakilan dari kelurahan Tuah Madani di DPRD, khususnya dari Partai Golkar. Maka, keputusannya untuk maju sebagai calon anggota DPRD dari partai tersebut menjadi satu-satunya langkah yang diambilnya untuk mewujudkan perubahan yang diinginkan.

“Saya terpanggil karena selama ini di Kelurahan Tuah Madani tidak ada orang tempatan yang maju sebagai Calon Anggota DPRD dari Partai Golkar. Hari ini, saya satu-satunya yang maju sebagai caleg dari partai Golkar,” ungkap Darwinsyah.

Di balik keputusannya, Darwinsyah mengakui bahwa pengalamannya sebagai ketua AMPG pada masa orde lama telah membentuk pemahamannya akan pentingnya keterlibatan politik untuk mencapai perubahan yang diinginkan. Ia merasa dibesarkan oleh nilai-nilai Golkar dan memiliki motivasi kuat untuk menjadikan Kelurahan Tuah Madani sebagai yang terbaik di masa mendatang.

“Jika diberikan amanah, prioritas pertama saya adalah memperjuangkan pembangunan sekolah di Kelurahan Tuah Madani. Sekolah SMP dan SMA tidak ada di sini, dan ini menjadi kekhawatiran besar saya,” papar Darwinsyah, yang kini juga menjabat sebagai Ketua RW di kelurahannya.

Dengan jumlah penduduk sekitar 10 ribu jiwa, Darwinsyah menyampaikan keprihatinannya terhadap nasib anak-anak yang tidak memiliki SMP dan SMA negeri di kelurahannya. Meskipun terdapat tiga sekolah dasar negeri, ia menyadari bahwa keluarga ekonomi lemah akan kesulitan mengakses pendidikan lanjutan yang berkualitas.

Menghadapi tantangan tersebut, Darwinsyah bersama Forum RTRW yang ia pimpin, aktif berkomunikasi dengan kepala sekolah setempat untuk mencari solusi. Namun, ia juga mengakui bahwa upaya ini hanyalah langkah awal untuk mengatasi masalah yang harus dihadapi setiap tahunnya.

“Kemudian, kita lihat nasib para guru yang mengeluhkan berkurangnya Tunjangan Profesi Pegawai (TPP), bahkan ada yang pembayarannya hanya dilakukan setiap enam bulan sekali,” tambah Darwinsyah, menggarisbawahi kompleksitas tantangan pendidikan di kelurahannya.

Selain itu, Darwinsyah menyoroti ketidakadilan dalam proses penerimaan bantuan dari pemerintah seperti DTKS. Dengan tekadnya, ia berkomitmen untuk mendata ulang penerima bantuan guna memastikan bahwa bantuan tersebut diterima oleh yang berhak.

“Saya terus melakukan sosialisasi di tengah masyarakat untuk menyampaikan program-program yang akan saya lakukan nantinya jika diberi amanah. Saya maju ini atas dorongan dan semangat masyarakat yang meminta saya untuk maju, semoga bisa memberikan yang terbaik kepada masyarakat,” ungkap Darwinsyah.

Dalam mengejar dukungan, Darwinsyah menetapkan target suara pribadi sebanyak 3700 suara. Ia berharap bisa menjadi suara yang efektif untuk mewujudkan perubahan positif di Kelurahan Tuah Madani, membuktikan bahwa perubahan dimulai dari langkah kecil dan keputusan yang tulus.

Pos terkait