Darmansyah, Mantan Kadis Ketahanan Pangan, Siap Jadi Garda Terdepan untuk Ketahanan Pangan Pekanbaru

GOLKAR PEKANBARU– Darmansyah, mantan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau tahun 2019, mengguncang dunia politik Pekanbaru dengan mendaftar sebagai calon legislatif dari Partai Golkar untuk Dapil 2 dengan nomor urut 6.

Dalam perbincangan eksklusif bersama media, Darmansyah membagikan visi dan misinya yang penuh semangat untuk menciptakan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Gaya orator yang meyakinkan, Darmansyah menyampaikan bahwa keputusannya bergabung dengan Golkar didasari oleh sejarah panjang partai tersebut dalam memimpin Indonesia, terutama di masa orde baru.

Menurutnya, Golkar telah membuktikan keberhasilannya dalam mencapai swasembada pangan pada tahun 1984. Dengan keyakinan akan pengalaman dan keahlian Golkar di bidang pemerintahan, Darmansyah berkomitmen untuk menciptakan pangan dan sembako yang murah dan berkualitas.

Selain memuji rekam jejak Golkar, Darmansyah menyoroti karya nyata dan sinergi partai ini dengan masyarakat di lapangan. Terutama di Dapil 2 yang mencakup Kecamatan Rumbai, Rumbai Barat, dan Rumbai Timur, Darmansyah yakin suara Golkar akan mengalami peningkatan signifikan dengan pergerakan aktif dari seluruh calegnya.

Darmansyah memaparkan pendekatan yang akan diambilnya dalam menjalankan kampanye, yakni melalui jalur organisasi, kekeluargaan, dan menyampaikan program-program yang dapat disinkronkan dengan pemerintah. Salah satu fokus utama dalam programnya adalah mengatasi masalah harga pangan yang sedang tidak terkendali. Darmansyah menyatakan bahwa Rumbai Barat bisa menjadi sentral sayur, buah, perikanan, dan peternakan dengan melibatkan kelompok tani.

Dengan pengalaman 33 tahun sebagai ASN yang fokus mengelola pangan, Darmansyah menyoroti tiga fokus utama terkait pangan: menciptakan ketersediaan, distribusi, dan pengendalian harga, serta meningkatkan konsumsi dan keamanan pangan. Dia juga memberikan perhatian khusus pada Pekanbaru, yang tidak memiliki sumberdaya lahan yang cukup. Menurutnya, solusi terletak pada kerjasama dengan pemerintah, membentuk badan usaha pangan milik daerah, dan memaksimalkan BUMD untuk memastikan ketersediaan pangan.

Darmansyah memiliki visi jelas terkait pengangkutan pangan, dengan koordinasi antara perusahaan daerah dan pemerintah setempat untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pekanbaru. Ia memberikan contoh sukses dari DKI Jakarta, di mana daging dan beras dijual dengan harga terjangkau untuk masyarakat miskin di pulau seribu.

Menanggapi tantangan produksi beras di Riau, Darmansyah merencanakan langkah-langkah konkret, seperti pembentukan gerai pangan murah di setiap kecamatan dan kelurahan serta pemberdayaan pertanian lokal melalui hidroponik. Dalam visinya sebagai anggota DPRD, Darmansyah berjanji untuk menjadi garda terdepan dalam menciptakan pangan murah dan berkelanjutan.

Mengakhiri perbincangan, Darmansyah menyatakan keinginannya untuk duduk bersama pemerintah guna mengatasi harga pangan yang cenderung naik setiap tahunnya. Ia menegaskan perlunya perencanaan yang terukur dari pemerintah untuk mencegah kelangkaan stok pangan.

Darmansyah tidak hanya menyuarakan kebijakan, tetapi juga menjadi suara bagi petani dan masyarakat bawah. Dengan target suara 5000, Darmansyah berharap bisa memimpin perubahan menuju Pekanbaru sebagai pusat pertanian, peternakan, dan perikanan yang berkelanjutan.

Pos terkait