Airlangga Hartarto Dinilai Paling Layak Maju Capres 2024, Ini Alasannya

  • Whatsapp
Ketum Golkar, Airlangga Hartarto. (f: bsc)

JAKARTA – Direktur Eksekutif Parameter Politik Adi Prayitno menilai Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto paling layak maju sebagai calon presiden (capres) pada 2024. Menurut Adi, Airlangga sedang “mengaspal jalan” menuju 2024 dengan safari politik bertemu petinggi-petinggi partai politik (parpol).

“Jadi memang harus segera dilakukan, membabat dan mengaspal jalan menuju 2024. Harus diakui Airlangga sudah menjadi komoditas papan atas capres 2024. Posisinya sebagai Menko Perekonomian, ketum Golkar, justru cukup rasional dan paling layak maju,” kata Adi, sebagaimana dilansir beritasatu.com, mengutip dari antara.

Bacaan Lainnya

Adi mengatakan Airlangga memiliki kesempatan besar untuk bisa maju pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (pilpres) 2024. Terlebih, menurut Adi, Golkar merupakan simpul politik menentukan dalam koalisi Pemilu 2024.

“Airlangga pimpinan parpol, hanya butuh satu atau dua parpol saja untuk maju sebagai capres melewati ambang batas pencalonan presiden,” kata Adi.

Terbaru, Airlangga dan petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bertemu di kantor DPP Golkar, Jakarta, Kamis (29/4/2021). Dalam pertemuan itu, dikatakan agenda yang dibahas berkaitan dengan politik identitas, ekonomi, dan masalah pembebasan pajak motor.

Adi tidak yakin safari politik tersebut hanya membahas soal politik kebangsaan semata.

“Posisi Airlangga menjelaskan banyak hal, upaya pemulihan ekonomi setelah Covid-19, politik kebangsaan dan lain-lain. Tapi di balik itu, ada wajah lain yang bisa dilihat dari silaturahmi ini, yakni jalan panjang Airlangga untuk menuju 2024,” ujar Adi.

Soal kemungkinan Golkar berkoalisi dengan PKS pada 2024, Adi melihat sangat mungkin terjadi. Terlebih, keduanya punya sejarah koalisi saat mendukung Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Keduanya tidak terlalu banyak perbedaan. Ideologi itu dalam politik kita saat ini tidak terlalu terlihat, yang sangat terlihat hanya politik kepentingan dan kekuasaan,” ujar Adi.

Tidak cuma dengan PKS, Golkar bersama Airlangga juga beberapa waktu lalu melakukan pertemuan dengan Ketum Partai Nasdem Surya Paloh dan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Airlangga juga telah bertemu dengan Ketum PPP Suharso Monoarfa.

“Jadi tergantung kepentingan, tergantung bagaimana skenario politik masing-masing partai bisa dikalkulasi nantinya,” kata Adi.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *