Pengamat: Laku atau Tidaknya Sosok Airlangga di Riau Bergantung pada Kerja Tim

Baliho Airlangga Hartarto di Kota Pekanbaru Riau. (f: gatra.com)

PEKANBARU – Sikap pragmatis pemilih diyakini bakal jadi penentu nilai jual Airlangga Hartato di Riau. Hal itu diungkapkan pengamat politik dari Universitas Riau, Hasanudin.

Menurut Hasanuddin, sikap pragmatis itu menjadi pijakan ditengah capaian Partai Golkar yang menurun belakangan ini di Riau.

Bacaan Lainnya

“Laku atau tidak sosok Airlangga itu bergantung pada kerja tim dan sikap pragmatis pemilih,” ungkapnya kepada Gatra.com, Senin (29/3).

Dikatakan Hasanuddin, bila membandingkan capaian Partai Golkar tahun 2019 dengan 2014 di Riau, maka nilai jual Airlangga turut dipengaruhi politik identitas. Politik identitas, kata Hasanuddin, bisa menggerus capaian Golkar di Riau. Oleh sebab itu menurutnya kemunculan partai politik yang mengedepankan pesan agama punya dampak terhadap partai nasionalis seperti Golkar, khususnya di Riau.

“Saya lihat kehadiran partai politik berbasis agama, seperti Partai Umat maupun Partai Masyumi Reborn, justru lebih berpeluang menggerus suara umat islam yang menjadi pemilih partai nasionalis,” tekannya.

Adapun torehan Partai Golkar pada pemilu 2019 anjlok di Riau. Untuk gambaran, jika pada pemilu 2014 Golkar mendominasi DPRD Kota Pekanbaru dengan 7 kursi, pada pemilu 2014 hanya meraih 4 kursi. Disaat bersamaan PKS meraih 8 kursi pada pemilu 2019, melonjak 5 kursi dari capaian 3 kursi di 2014.

Merosotnya capaian Partai Golkar juga terlihat di DPRD Provinsi Riau. Tahun 2019 Partai Golkar hanya sanggup mengoleksi 11 kursi, turun jika dibandingkan capaian 14 kursi pada 2014. Pada saat bersamaan PKS mampu meraup 7 kursi, meningkat dari capaian 3 kursi pada pemilu 2014.

Sementara itu pada 9 pilkada serentak 2020 di Riau, Golkar hanya sanggup memenangkan 2 pilkada.

“Jadi, laku atau tidak sosok Airlangga di Riau bergantung pada faktor itu capaian tim, dan pragmatis pemilih,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pengamat politik dari Universitas Islam Riau (UIR), Panca Setyo Prihatin, menilai Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartato perlu merubah cara pendekatanya bila ingin merangkul publik Riau untuk pemilu 2024.

Menurut Panca, alih-alih mencoba merangkul konstituen melalui alat peraga, Airlangga, disarankan agar dapat menarik minat publik dengan capaiannya sebagai Menko Kordinator Perekonomian.

“Mengandalkan alat peraga tak akan efektif. Sebab pemilih Riau cendrung akan melihat sosok yang berseberangan dengan pemerintah, atau paling tidak memang dinilai kompeten dengan jabatanya,” ujarnya.***

Pos terkait