Golkar: Airlangga Belum Putuskan untuk Nyapres di 2024

Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto. (f: republika.co.id)

JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengatakan bahwa ada aspirasi ingin mengusung kadernya sendiri dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, yakni Airlangga Hartanto. Namun, Menteri Koordinator Perekonomian itu belum memutuskan terkait aspirasi tersebut.

“Kami juga belum memutuskan secara resmi, apakah memang itu sudah jadi keputusan karena Pak Airlangganya belum jawab, belum menyatakan bersedia,” ujar Doli di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (23/3), sebagaimana dilansir republika.co.id.

Bacaan Lainnya

Didorongnya kader Partai Golkar untuk menjadi calon presiden pada 2024 merupakan hasil Musyawarah Nasional (Munas) di 2019. Sejak saat itu, badan pemenangan Pemilu Partai Golkar mulai mempersiapkan sosok yang tepat.

“Partai Golkar sudah mulai mempersiapkan, terlepas itu nanti calonnya siapa. Tapi, yang berkembang hari ini, yang muncul dari aspirasi dari bawah itu nama Pak Airlangga,” ujar Doli.

Airlangga, kata Doli, belum memutuskan untuk membahas pencalonannya pada 2024. Sebab, ia disebutnya tengah fokus dalam kerjanya sebagai Menteri Koordinator Perekonomian dan membantu penanganan pandemi Covid-19.

“Sekali lagi Pak Airlangga sendiri belum meminta kepada kami di DPP, terutama dalam pemenangan pemilu untuk membahas itu secara lebih mendalam. Jadi, aspirasi itu ditangkap oleh Pak Airlangga, beliau masih fokus untuk menangani masalah yang sekarang dihadapi,” ujar Doli.

Sebelumnya, Indikator Politik Indonesia melakukan simulasi terhadap 17 nama calon presiden dalam survei nasional anak muda pada Maret 2021. Anies Baswedan mendapat suara tertinggi dibandingkan sejumlah nama lainnya.

Anies Rasyid Baswedan (15,2 persen), Ganjar Pranowo (13,7 persen), dan Ridwan Kamil atau Kang Emil (10,2 persen) menjadi tiga tokoh teratas yang dipilih anak muda jika pemilihan presiden dilakukan sekarang.

Berikutnya, figur yang dipilih anak muda untuk menjadi presiden adalah Sandiaga Salahuddin Uno (9,8 persen) dan Prabowo Subianto (9,5 persen). Nama selanjutnya ada Agus Harimurti Yudhoyono (4,1 persen), Erick Thohir (1,5 persen), Tito Karnavian (1,2 persen), dan Puan Maharani (1,1 persen)

Pos terkait