Golkar: Kapolri Diharapkan Dapat Tegakkan Hukum Seadil-adilnya

Adies Kadir. (f: dtc)

JAKARTA-Sejumlah nama calon Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis mencuat. Partai Golkar menilai hal terpenting yang harus dimiliki calon Kapolri adalah chemistry dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Tentunya Fraksi Golkar menginginkan seorang Kapolri yang bisa membawa Kepolisian Republik Indonesia ke depan lebih baik lagi dari yang sekarang. Kemudian yang bisa mengayomi masyarakat, profesional, menegakkan hukum seadil-adilnya, dan paling penting dapat bekerja sama dengan Presiden, punya chemistry dengan Presiden. Melindungi seluruh program dan kesejahteraan daripada masyarakat Indonesia,” kata Ketua Mahkamah Partai Golkar Adies Kadir di kompleks gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, (12/1/2021), sebagaimana dilansir detik.com.

“Jadi kami memang sebagai partai pendukung pemerintah, tentunya akan mendukung penuh siapa pun yang akan ditunjuk atau diputuskan oleh Presiden,” imbuhnya.

Seperti apa tugas atau pekerjaan rumah (PR) untuk Kapolri baru nanti versi Adies? Wakil Ketua Komisi III menyinggung soal pengelolaan anggaran besar dan internal Polri.

“Kalau kita sudah melihat Kapolri sekarang, kan memang lebih baik ya, apalagi dengan anggaran yang cukup besar didrop oleh pemerintah Rp 110-114 triliun kurang-lebih. Ini kan memang suatu tugas yang besar, mengelola kurang lebih ratusan ribu anggota di seluruh Indonesia,” ucap Adies.

Selain itu, Adies menilai Kapolri baru harus menjunjung tinggi profesionalitas. Hukum, kata Adies, harus ditegakkan seadil-adilnya oleh Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis.

“Kemudian mengelola dana yang triliunan, kemudian dituntut oleh masyarakat untuk berperilaku profesional dan dapat menegakkan hukum seadil-adilnya, jadi tugas besarnya di situ,” imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua Kompolnas Mahfud Md menanggapi kabar beredar yang menyebutkan Presiden Jokowi telah memilih satu nama calon Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis. Mahfud mengatakan informasi tersebut masih sebatas spekulasi.

Pernyataan Mahfud itu disampaikan lewat akun Twitter @mohmahfudmd seperti dilihat, Selasa (12/1). Menurut Mahfud, Presiden Jokowi masih mempertimbangkan nama yang pantas untuk menjadi TB1.

“Nama calon Kapolri yang beredar di media sekarang masih tebak-tebak buah nangka alias spekulasi. Sampai saat ini Presiden belum mengirim nama calon Kapolri ke DPR. Belum ada yang tahu siapa calon Kapolri kita sebab Presiden masih terus mempertimbangkan secara seksama siapa yang paling tepat untuk jabatan tersebut,” ujar Mahfud. (dri)

Pos terkait